nasional

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono: Pernah Jadi Bandar dan Over Dosis Narkoba

Sabtu, 4 September 2021 | 21:54 WIB
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (Instagram @budhisarwono)

TITIKTEMU.CO

Budhi Sarwono dilantik sebagai Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Mei 2017. Diusung koalisi par‎tai Golkar, PPP, Demokrat, Budhi dan Syamsudi memenangi Pilkada Banjarnegara setelah meraih 285.117 suara.

Sebelum menjabat sebagai bupati Budhi adalah pengusaha. Ia merupakan Ketua Umum Asosiasi Aspal Beton Indonesia Provinsi Jateng. Dia menjalankan usaha konstruksi melalui PT Bumirejo miliknya.

Budhi juga tercatat sebagai Dewan Penasehat Gapensi Banjarnegara, Ketua DPP Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Indonesia, dan Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Banjarnegara.

Baca Juga: KPK Tahan Bupati Banjarnegara, Tuduhannya Maling Uang Rakyat Rp2,1 Miliar

Lahir di Banjarnegara pada 27 November 1962, Budhi merupakan keturunan Tionghoa dengan nama Kho Wing Chin. Ayahnya, Soegeng Boedhiarto, adalah veteran intelijen. Pada 1998, Budhi masuk Islam setelah mengalami mati suri karena over dosis narkoba.

“Saya dulu bandar narkoba dan pernah mati suri selama enam jam karena overdosis,” kata pria berusia 60 tahun itu dalam tayangan Hotman Paris Show pada Oktober 2019.

Dulu saya kepala pengepul pil, bandar ekstasi. Saya pengedar narkoba sejak tahun 1993 sampai tahun 1998.”

Baca Juga: Pernah Minta Gubernur Jateng Ajukan Proposal Bantuan, Ini Kontroversi Bupati Banjarnegara sebelum Diciduk KPK

Setelah peristiwa mati suri, Budhi bertobat dan membuang semua uang hasil transaksi narkoba. Gus Miftah, salah satu ustadz kondang, menulis dalam akun instagramnya:

“Semua harta hasil narkoba dibuang bahkan beliau punya toko emas semua emasnya dibuang ke sungai. Hari ini beliau menjadi bupati di Kabupaten Banjarnegara yang sukses dan dicintai rakyatnya. Benar teori saya, orang baik punya masa lalu dan orang jelek punya masa depan,” tulis Gus Miftah.

Peristiwa mati suri itu menjadi titik balik hidupnya. Budhi mengasuh dan mengadopsi puluhan anak kurang mampu di Banjarnegara. Dia juga dikenal suka membantu warga yang sakit.

Baca Juga: KPK Tetapkan 22 Terduga Maling Uang Rakyat Sebagai Tersangka, Termasuk Bupati Probolinggo

“Kalau ditahan polisi suatu saat bisa pulang. Tapi kalau yang menahan malaikat, saya bisa apa. Saya bersyukur mendapat kesempatan kedua,” tulisnya dalam buku ‘Saya Mau Jadi Muslim, Enak Jadi Kulinya Allah, Upahnya Gede’.

Halaman:

Tags

Terkini