nasional

Data Pribadi Presiden Joko Widodo bocor, Roy Suryo Sentil Peran BSSN dan Kominfo

Sabtu, 4 September 2021 | 06:44 WIB
Data pribadi Presiden Joko Widodo yang bocor dan tersebar di medsos (Pic.screenshoot IG @KRMTRoySuryo2)

TITIKTEMU.CO

JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo menyentil Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan KemenKominfo, atas kebocoran data pribadi Presiden Joko Widodo dalam aplikasi PeduliLindungi dan kebocoran-kebocoran data lainnya. “Dua Lembaga ini yang seharusnya memverifikasi pihak-pihak yang dipercaya menjadi PSE, termasuk mitranya,”kata Roy Suryo yang pernah menjabat Menpora di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

“Karena (mereka) memegang Amanah data-data pribadi milik masyarakat yang seharusnya dilindungi dengan baik,”kata Roy Suryo kepada TITIKTEMU.CO, Jumat (3/9/2021) malam.

Roy pantas khawatir soal kebocoran data pribadi ini. Sebelumnya diketahui 1,3 juta data pribadi dalam e-HAC bocor. E-HAC adalah data menyangkut kesehatan sebagai syarat untuk bepergian dari kota satu ke kota lain, terutama bagi mereka yang menggunakan moda transportasi udara.

Roy Suryo sangat mengkhawatirkan kondisi ini. Apalagi terakhir data pribadi Presiden Joko Widodo di aplikasi PeduliLindungi bocor, seperti NIK dan sertifikat asli vaksinasi. Bahkan data pribadi  orang nomor satu di Indonesia tersebar di medsos-medsos.

“Khawatirnya ada 2 faktor, teknis dan non teknis, di mana selain faktor teknis system security data yang tidak proper atau tidak sesuai protocol keamanan yang keamanan yang tidak memadai,”kata Roy Suryo

“Ada faktor non teknis berupa SDM yang memang menjadi oknum pembocor data2 tsb (bisa jadi karena faktor ekonomi),”tambah alumni Komunikasi UGM tersebut

Roy Suryo mempertanyakan peran BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan Kementerian Kominfo.  “Sebab data orang nomor 1 di Indonesia itu saja bisa bocor, bagaimana dengan data masyarakat biasa,”katanya

Apalagi, menurut Roy Suryo, kebocoran data masyarakat bukan hanya sekali ini terjadi. Sebelumnya, sebanyak 1,3 juta data masyarakat melalui e-HAC maupun data pribadi BPJS bocor.

”Setelah 1,3 juta data masyarakat bocor melalui e-HAC (sebelumnya juga BPJS-Kesehatan), kini masyarakat heboh karena Sertifikat Vaksinasi ASLI dan NIK Presiden Jokowi pun ‘bocor’ di SocMed.

Roy Suryo mengaku sebelumnya ia sempat menyebut Aplikasi “PeduliLindungi” bisa bocor dan sekarang terbukti data pribadi Presiden Jokowi bocor. (iph)***

 

Tags

Terkini