TITIKTEMU.CO. Wakil Sekjen PBNU Sulaiman Tanjung memastikan PBNU akan tetap menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan partai politik. Termasuk dengan PKB. Hal ini sesuai arahan Ketua Umum PBNU Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf) yang jelas. Gus Yahya tidak pernah mempermasalahkan PKB, hanya ingin menjaga jarak.
Ini juga terlihat dari hasil survei Kompas yang menyebutkan suara warga NU terbagi merata di semua partai politik. Bahkan warga NU terbanyak ternyata mencoblos PDI Perjuangan; kemudian Gerindra di urutan kedua dan Partai Golkar. Baru PKB di urutan ke empat yang dicoblos warga NU.
“Jadi NU itu tidak hanya milik PKB. Buktinya yang paling banyak dipilih warga NU adalah PDI Perjuangan; bukan PKB. Jadi PBNU akan tetap menjaga jarak dengan semua partai politik, tidak ada perlakuan istimewa,” kata dia.
Dalam kesempatan ini, Sulaiman juga membantah omongan pengamat politik Fahry Ali di sebuah stasiun televisi yang menyebut bahwa pernyataan apapun dari Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tidak berpengaruh pada PKB.
Baca Juga: Kompaknya Prabowo-Erick Hadiri HUT ke-25 PAN
“Jadi Gus Yahya itu tidak pernah mempermasalahkan PKB. Hanya yang beliau sesalkan itu ternyata pemilih PKB sendiri ogah sama Muhaimin. Ini 'kan fakta ; survei Kompas PKB 7 persen dan Muhaimin hanya 0,4 'Kan jomplang,” ujarnya.
Dengan elektabilitas Muhaimin yang jauh di bawah PKB, bisa diartikan bahwa yang tidak memiliki pengaruh pada PKB sebenarnya adalah Muhaimin sendiri. Dengan fakta ini, Sulaiman bahkan memperkirakan calon presiden yang menggandeng Muhaimin akan mengalami kekalahan.
“Siapapun capresnya akan kalah jika wapresnya Muhaimin. Teorinya sederhana, wong PKB saja tidak bertanggung jawab akan rating Ketua Umumnya,” kata dia.
Hasil dari beragam lembaga survei, imbuh Sulaiman, hanya menempatkan Muhaimin di posisi paling bawah. “Muhaimin selalu saja, hanya menang dengan responden yang menjawab “tidak tahu,” kata dia.
“Kita ndak habis pikir bagaimana PKB bertanggung jawab pada pemenangan calon presiden, sedangkan pada rantingnya Muhaimin saja tidak bertanggung jawab,” ujarnya.