"Jadi ada modus baru yang berbeda," imbuhnya.
Baca Juga: UGM Buka Beasiswa S2 Sekolah Pascasarjana, Bisa Bebas UKT
File dalam bentuk voice note, kata Firman, akan mengurangi kewaspadaan calon korban. Pasalnya, voice note saat ini sering digunakan untuk mempercepat dan mempermudah komunikasi.
"Kita sering menggunakan voice note dan sebagainya karena untuk mempercepat komunikasi waktu kita pakai WhatsApp dan malas nulis, atau sedang dalam keadaan tidak leluasa untuk nulis. Kita sudah terbentuk dengan relasi semacam itu. Ketika dipakai oleh mereka yang menipu, itu korbannya sering 'refleks'," kata Firman.
Kemudian ketika korban lengah, lanjut dia, data-data pribadi hingga rekening bisa saja dibobol.
Baca Juga: Kebun Raya Bukan Hanya Di Bogor, Salah Satunya Di Bali
"Nah, ini hanya penipu yang tahu (bagaimana caranya). APK kan sebenarnya juga bukan untuk menyedot data pribadi pemakai perangkat seluler, tapi oleh penipunya dimodifikasi untuk keperluan itu," ujar Firman.***