Berton juga menjelaskan kondisi lokasi posko BNPB yang berada di Bandara Labuan Bajo ketika wawancara berlangsung.
Menurutnya, kawasan tersebut sedang dipenuhi aktivitas terkait penyaluran bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana.
Kondisi yang cukup ramai membuatnya membutuhkan lokasi yang lebih tenang agar wawancara secara langsung dengan televisi dapat berjalan dengan baik.
“Saat itu kami membutuhkan tempat yang cukup tenang untuk melakukan live report agar komunikasi dapat berjalan baik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa komunikasi publik merupakan bagian dari tugasnya untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan penanganan bencana kepada masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan pihak media.
Baca Juga: 17 Tahun Konsisten, BRI Beri Dana Pendidikan untuk 76 Paskibraka Tingkat Pusat
Pilih Tempat dengan Suasana Tenang dan Jaringan Stabil
Penjelasan mengenai alasan pemilihan lokasi wawancara tersebut juga muncul dalam balasan terhadap unggahan viral di Threads.
Akun @hannuraayusyn menjelaskan bahwa pemilihan tempat yang tenang diperlukan agar proses penyampaian informasi kepada media dapat berlangsung lancar.
Lokasi tersebut disebut memiliki koneksi WiFi yang cukup stabil sehingga mendukung pelaksanaan wawancara atau konferensi pers secara daring.
Pengalaman berada di lokasi bencana maupun dalam perjalanan disebut menunjukkan bahwa jaringan komunikasi tidak selalu mudah diperoleh. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala ketika pejabat harus melakukan wawancara atau konferensi pers secara langsung.
Labuan Bajo sendiri menjadi salah satu titik posko operasi BNPB yang berfungsi sebagai akses penerimaan sekaligus distribusi bantuan logistik untuk wilayah Flores bagian barat.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi TNI Siapkan Penerjun Khusus untuk Padamkan Karhutla di Wilayah Sulit Dijangkau
Bukan Berarti Meninggalkan Tugas Penanganan Gempa
Dengan adanya penjelasan tersebut, keberadaan pejabat BNPB di sebuah rumah makan saat melakukan wawancara bukan berarti dirinya meninggalkan tugas dalam penanganan bencana.