Ia bahkan mengaku marah dan langsung menegur camat karena merasa tidak memperoleh informasi yang cukup mengenai kondisi jalan di lapangan.
"Karena saya enggak pernah dapat laporan dari lapangan, makanya saya tegur camat, saya marah betul, karena saya enggak tahu separah itu jalanannya," imbuhnya.
Radityo kemudian meminta jajarannya agar lebih aktif menyampaikan kondisi di lapangan. Menurutnya, laporan tidak cukup hanya berupa informasi tertulis, tetapi perlu disertai dokumentasi agar pemerintah daerah dapat mengetahui tingkat kerusakan secara lebih jelas.
"Kalau perlu, kalau pas ada masyarakatnya jatuh, kirim foto, gitu loh," ungkapnya.
Dengan adanya dokumentasi tersebut, ia berharap pemerintah daerah dapat memahami kondisi sebenarnya dan menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
"Jadi saya ngerti kalau situasinya jalanannya benar-benar parah," sambung Radityo.
Bupati Singgung Keterbatasan Anggaran
Di tengah persoalan jalan rusak tersebut, Radityo juga menyinggung keterbatasan anggaran yang menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, wilayah Kabupaten Lampung Selatan cukup luas sehingga kebutuhan untuk pembangunan dan perbaikan jalan juga sangat besar. Sementara itu, anggaran yang tersedia harus dibagi untuk berbagai kebutuhan.
Baca Juga: Jessica Mila Pamer Liburan ke Pulau Padar saat Pelayaran Ditutup, Warganet Pertanyakan Izin
"Karena gini, mungkin kalau belum kebagian, karena Lampung Selatan kan luas, cuma duitnya terbatas," terang Radityo.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam mengalokasikan anggaran.
"Jadi harus pintar-pintar saya membagi jatah," sambungnya.
Radityo kemudian mengibaratkan pengelolaan anggaran daerah seperti mengatur kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, ketika kebutuhan banyak sementara pemasukan terbatas, maka pengeluaran harus disusun berdasarkan prioritas.
"Kayak di dapur rumah Bapak-Ibu. Kebutuhannya banyak, uang dapurnya terbatas. Kan harus pintar-pintar membagi," kata Radityo.