Curhatan tersebut kemudian mendapat banyak respons dari pengguna media sosial, termasuk sejumlah tenaga kesehatan.
Namun, beberapa komentar yang muncul justru dianggap tidak pantas dan minim empati terhadap kondisi Yurizal.
Salah satu komentar berasal dari akun dokter Beni Christian Sihombing yang menulis:
“Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong,”
Komentar lainnya datang dari dokter Elda Putri Rahardini yang menuliskan kalimat berbahasa Inggris dan kemudian ikut menjadi sorotan.
Sementara itu, Widhiyarini juga memberikan komentar pada 25 Juli 2026.
“Potong aja kak na**nya nanti juga cepet dapet ruangan,” tulis Widhiyarini.
Komentar-komentar tersebut kemudian menyebar luas dan memicu kritik dari warganet.
Kabar Yurizal Meninggal Dunia Bikin Publik Geram
Situasi semakin ramai setelah pada 31 Juli 2026 muncul akun yang mengaku sebagai kerabat Yurizal dan menyampaikan kabar bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia.
Kabar tersebut membuat komentar-komentar yang sebelumnya ditulis sejumlah tenaga kesehatan kembali ramai dibahas.
Warganet kemudian memberikan kritik terhadap pihak-pihak yang dianggap memberikan respons tidak berempati terhadap keluhan Yurizal ketika masih hidup.
Seiring meningkatnya sorotan publik, sejumlah tenaga kesehatan yang komentarnya ikut viral mulai menyampaikan permintaan maaf.
Widhiyarini menjadi salah satu pihak yang kemudian tidak hanya meminta maaf melalui media sosial, tetapi juga mendatangi langsung keluarga Yurizal untuk menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada orang tua mendiang.***