4. The Secret History — Donna Tartt
Tidak ada monster laut atau dewa Olympus di sini. Namun, obsesi terhadap Yunani kuno tetap menjadi bahan bakar utama.
The Secret History mengikuti sekelompok mahasiswa yang terlalu larut dalam dunia klasik hingga batas antara intelektualisme, eksklusivitas, dan kekerasan mulai kabur. Novel ini cocok bagi penonton The Odyssey yang justru tertarik pada sisi gelap budaya Yunani.
5. Natural Born Heroes — Christopher McDougall
Dari pahlawan mitologi, kita beralih ke pahlawan nyata.
Baca Juga: Oda Berani Ambil Risiko? Karakter Legendaris One Piece Ini Diduga Akan Gugur di Arc Elbaf
Buku nonfiksi ini menghubungkan kisah para pejuang perlawanan di Kreta selama Perang Dunia II dengan tradisi kepahlawanan Yunani kuno. Ada penyamaran, strategi gerilya, penculikan seorang jenderal Jerman, dan medan pegunungan yang membuat kisahnya terasa seperti film aksi.
6. The Odyssey — Homer, terjemahan Emily Wilson
Tentu saja, ada satu buku yang seharusnya berada di urutan pertama sekaligus terakhir: karya aslinya.
Terjemahan Emily Wilson dikenal karena menggunakan bahasa yang lebih modern dan mudah didekati pembaca masa kini. Jika film Nolan membuatmu penasaran dengan kisah sumbernya, versi ini adalah pintu masuk yang sangat layak.
Baca Juga: 12 Drakor Cinta Beda Zaman yang Bikin Susah Move On, dari Lovely Runner sampai Goblin
7. The Five-Minute Iliad — Greg Nagan
Belum siap membaca epik Yunani dalam versi panjang? Mulai dari yang lebih santai.
Greg Nagan merangkum Iliad, kisah yang berlangsung sebelum The Odyssey, dengan humor dan gaya yang jauh lebih ringan. Ini pilihan pas untuk memahami konteks Perang Troya tanpa merasa sedang mengikuti ujian sastra klasik.
Pada akhirnya, mungkin itulah daya tarik terbesar The Odyssey: kisahnya selesai, tetapi dunia yang ditinggalkannya tidak pernah benar-benar berakhir. Kalau film Nolan membuatmu ingin terus berlayar, tujuh buku ini setidaknya menyediakan tujuh kapal berbeda.***