Tak jauh dari sana terdapat Stegastein Viewpoint, gardu pandang yang berdiri sekitar 650 meter di atas permukaan fjord. Ujung platformnya menggunakan panel kaca sehingga memberikan sensasi seolah pengunjung melayang di atas lembah.
Menyusuri Jalur Kereta Paling Curam di Dunia
Salah satu alasan wisatawan datang ke Flam adalah untuk mencoba Flam Railway atau Flamsbana.
Jalur kereta ini dikenal sebagai salah satu lintasan rel paling curam di dunia. Dalam perjalanan sekitar satu jam, kereta membawa penumpang dari tepi fjord menuju ketinggian sekitar 867 meter.
Baca Juga: Viral! Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Dipersoalkan Dukcapil, Ternyata Bukan Karena Artinya
Sepanjang perjalanan, penumpang akan melewati 20 terowongan, hutan pinus, lembah hijau, sungai, hingga air terjun yang mengalir deras. Beberapa pemberhentian sengaja disediakan agar wisatawan dapat menikmati sekaligus mengabadikan panorama alam dari jarak dekat.
Wisata Sejarah hingga Kuliner Tradisional
Pesona Flam ternyata tidak berhenti pada pemandangan alamnya saja.
Pengunjung dapat mengunjungi Flam Railway Museum yang dibuka sepanjang tahun tanpa biaya masuk. Museum ini menceritakan perjuangan para insinyur membangun jalur kereta pada periode 1924 hingga 1940 di tengah kondisi alam yang penuh tantangan.
Selain itu, terdapat Gereja Flam yang berdiri sejak abad ke-17, jalur hiking yang dihiasi instalasi seni, Fretheim Hotel yang telah menyambut tamu sejak abad ke-19, hingga sebuah brewery bergaya aula Viking yang terkenal berkat berbagai penghargaan internasional.
Dengan kombinasi alam spektakuler, sejarah yang kaya, dan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi lain, tak mengherankan jika Desa Flam menjadi salah satu tempat yang paling sering masuk daftar impian para pencinta perjalanan.
Meski berukuran kecil, desa ini membuktikan bahwa daya tarik sebuah tempat tidak pernah ditentukan oleh jumlah penduduknya, melainkan oleh cerita dan keindahan yang dimilikinya.***