nasional

Bangun Jam 3 Pagi, Pakai Seragam Loreng, hingga Latihan Menembak: Seperti Apa Hidup Calon Manajer Kopdes di Barak? Meta Description: Kisah calon mana

Jumat, 26 Juni 2026 | 15:47 WIB
Ilustrasi Kisah calon manajer Kopdes jalani latihan militer (Dok. Setjen infokan kemhan)

Tes tersebut dirancang untuk melihat konsistensi cara berpikir peserta saat menghadapi situasi tertentu.

Setelah dinyatakan lolos, William bersama ratusan peserta lainnya memasuki lingkungan Brigif 1 Marinir Cilandak. Di sinilah kehidupan dengan jadwal superteratur dimulai.

Baca Juga: Lupakan Bali Dulu, Ini Kota-Kota WFA yang Lebih Nyaman dan Ramah Kantong

Setiap hari mereka bangun sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah membersihkan diri, peserta langsung menjalani olahraga pagi sebelum berganti seragam dan bersiap untuk sarapan bersama.

Bahkan urusan makan pun memiliki aturan tersendiri.

Peserta harus bergerak dan duduk secara teratur sesuai barisan.

Bagi William, kebiasaan sederhana itu mengajarkan bahwa keteraturan menjadi fondasi penting dalam memimpin sebuah organisasi.

Usai apel pagi, peserta memasuki sesi kelas yang berlangsung hingga sore hari. Materinya tidak melulu soal kedisiplinan ala militer.

Baca Juga: 7 Restoran Sunda Terlezat di Bandung untuk Makan Bareng Keluarga yang Wajib Dicoba

Mereka mendapatkan pembelajaran tentang kepemimpinan, manajemen organisasi, pengamanan data, hingga cara mengelola tim.

Bekal tersebut dianggap relevan dengan tugas yang nantinya mereka emban sebagai manajer koperasi di berbagai daerah.

Menariknya, program ini juga memperkenalkan sejumlah kemampuan dasar kemiliteran.

Peserta mempelajari peraturan baris-berbaris, pengenalan medan, hingga latihan menembak yang dijadwalkan pada pekan ketiga pelatihan.

Meski demikian, pihak penyelenggara menegaskan tujuan utama program bukan untuk mencetak prajurit.

Fokusnya tetap pada pembentukan karakter, integritas, loyalitas, serta kemampuan memimpin.

Halaman:

Tags

Terkini