Sebelum menentukan pilihan, masyarakat dapat membaca detail makna yang terkandung dalam setiap desain. Langkah ini membuat proses voting terasa lebih bermakna karena pemilih memahami pesan yang ingin disampaikan oleh sang desainer.
Setelah menemukan desain favorit, klik tombol pemilihan yang tersedia.
Selanjutnya peserta perlu mengisi beberapa data identitas seperti nama lengkap, NIK, alamat email aktif, nomor telepon, serta alamat domisili.
Tidak hanya memilih, peserta juga diminta menuliskan alasan singkat mengapa logo tersebut dianggap paling mewakili semangat Indonesia saat ini.
Setelah verifikasi keamanan selesai, pilihan akan dikirim dan pemilih tinggal melakukan konfirmasi melalui email yang diterima.
Baca Juga: Guru PPPK Tetap Masuk Saat Libur Sekolah? Penjelasan BKN Ini Bikin Perdebatan Makin Ramai
Mengusung Tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"
Selain membuka voting publik, pemerintah juga telah menetapkan tema nasional untuk peringatan HUT ke-81 RI.
Tema yang diusung tahun ini adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Tema tersebut menjadi dasar dalam proses penilaian seluruh desain logo yang masuk ke tahap final.
Dengan kata lain, setiap elemen visual yang ada dalam lima kandidat logo dirancang untuk merepresentasikan semangat kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran yang ingin diwujudkan Indonesia.
Lima Desainer, Lima Kota, Satu Semangat Indonesia
Menariknya, kelima finalis berasal dari daerah yang berbeda-beda.
Ada perwakilan dari Surakarta, Padang, Denpasar, Malang, hingga Batam.
Keberagaman asal daerah ini menjadi gambaran bahwa kreativitas Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar tertentu, tetapi tumbuh dari berbagai penjuru negeri.
Masing-masing desainer membawa sudut pandang unik dalam menerjemahkan makna kemerdekaan ke dalam bentuk visual.