Sejumlah warganet lain bahkan mengusulkan pembatasan waktu penggunaan meja hingga penghapusan fasilitas colokan listrik di area restorasi.
Menurut mereka, keberadaan colokan listrik membuat penumpang betah berlama-lama di kereta makan untuk bekerja atau mengisi daya perangkat elektronik.
Meski demikian, pihak KAI sebelumnya telah menempelkan imbauan agar penggunaan meja restorasi dilakukan secara bergantian dan tidak digunakan untuk aktivitas selain makan dan minum.
Baca Juga: Tanjung Verde Curi Perhatian di Piala Dunia 2026, Tahan Imbang Spanyol dan Uruguay
Respons PT KAI
PT KAI akhirnya turut memberikan tanggapan atas viralnya keluhan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kereta makan atau restorasi memang disediakan khusus untuk konsumsi makanan dan minuman selama perjalanan.
“Kami memahami kenyamanan di area restorasi, namun kami mengimbau agar penggunaannya dilakukan bergantian, terutama saat kondisi ramai,” demikian pernyataan KAI.
KAI juga meminta kerja sama penumpang untuk tidak menggunakan meja restorasi untuk aktivitas selain makan dan minum. Pihaknya menyebut imbauan tersebut telah ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Peristiwa ini pun memicu diskusi luas di media sosial terkait etika penggunaan fasilitas publik di transportasi umum.***