TITIKTEMU.CO – Viral di media sosial keluhan penumpang terkait fungsi kereta makan atau restorasi yang dinilai tidak lagi sesuai peruntukannya. Banyak penumpang menyebut area tersebut kini kerap digunakan sebagai tempat bekerja layaknya co-working space.
Keluhan ini ramai dibicarakan di platform Threads, setelah sebuah unggahan dari akun @ppaidimsum menjadi sorotan. Dalam unggahannya pada Selasa (23/6/2026), ia menyoroti penggunaan meja di kereta makan oleh penumpang yang membawa laptop.
“Please ya KAI, tolong yang begini jangan dinormalisasikan,” tulisnya dalam unggahan yang telah mendapat lebih dari 1.200 likes tersebut, disertai foto penumpang yang menggunakan meja restorasi untuk bekerja.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Aljazair Bangkit Kalahkan Yordania 2-1, Peluang Lolos Masih Terbuka
Restorasi Dipadati Penumpang yang Bekerja
Masih dalam unggahan yang sama, warganet tersebut menegaskan bahwa kereta makan seharusnya digunakan sesuai fungsinya, yaitu untuk makan dan minum, bukan sebagai ruang kerja.
“Namanya aja gerbong restorasi, bukan co-working space,” tulisnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna lain, @lemulemimamam, yang mengaku kesulitan mendapatkan tempat duduk karena area restorasi dipenuhi penumpang yang tidak sedang makan.
Ia menyoroti kurangnya empati sebagian penumpang yang menggunakan meja terlalu lama, bahkan saat jam makan ramai.
Sementara itu, akun @nurrohmahyanti membagikan pengalaman pernah diminta pindah dari kursi kosong karena ada penumpang lain yang mengaku lebih dulu menaruh laptop di meja tersebut.
Usulan Larangan dan Pembatasan di Kereta Makan
Dalam diskusi yang sama, akun lain @abintangtimur mengusulkan agar PT KAI melarang penggunaan laptop di area restorasi agar fungsi utama ruang tersebut tetap terjaga.
Ia juga menyarankan agar penumpang tetap bekerja di kursi masing-masing sesuai nomor tempat duduk jika memang membutuhkan ruang kerja.