nasional

Kenapa Kopi Sachet Seharga 3 Ribu Itu Lebih Revolusioner dari Cold Brew 80 Ribu?

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:22 WIB
Ilustrasi Kenapa kopi sachet lebih revolusioner daripada cold brew mahal? (Pinterest @baggie_raggi)

Dalam bahasa yang lebih sederhana, kopi sachet tidak meminta siapa pun untuk menjadi "ahli kopi" terlebih dahulu.

Baca Juga: Spider-Man Hilang dari Ingatan Semua Orang? Fakta Mengejutkan di Balik Film Baru Tom Holland yang Bikin Penasaran

Budaya Nongkrong yang Berbeda

Warung dan Kafe Sama-Sama Penting

Ada kecenderungan menganggap budaya kopi modern lebih keren daripada budaya ngopi di warung.

Padahal keduanya memiliki fungsi sosial yang sama.

Di kafe, orang berdiskusi soal startup, pekerjaan kreatif, atau proyek bisnis. Di warung kopi sederhana, orang membicarakan harga kebutuhan pokok, pertandingan sepak bola, atau kondisi lingkungan sekitar.

Percakapan yang lahir dari secangkir kopi sachet sering kali sama berharganya dengan diskusi di meja kayu minimalis sebuah kafe premium.

Perbedaannya hanya pada latar belakang dan harga minumannya.

Baca Juga: Quiet Quitting Itu Udah Basi — Ini Namanya Conscious Working dan Gen Z Udah Duluan

Kopi Murah yang Mengubah Banyak Hal

Jika revolusi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang disentuh, maka kopi sachet memiliki pengaruh luar biasa.

Ia membuka akses, menciptakan kebiasaan sosial, menopang industri ritel kecil, dan menjadi bagian dari keseharian jutaan orang Indonesia.

Cold brew mungkin menawarkan pengalaman yang lebih kompleks dan premium. Namun kopi sachet menawarkan sesuatu yang tidak kalah penting: kesetaraan akses.

Dan terkadang, perubahan terbesar memang datang bukan dari sesuatu yang mahal dan eksklusif, melainkan dari hal sederhana yang bisa dinikmati siapa saja.***

Halaman:

Tags

Terkini