Dalam bahasa yang lebih sederhana, kopi sachet tidak meminta siapa pun untuk menjadi "ahli kopi" terlebih dahulu.
Budaya Nongkrong yang Berbeda
Warung dan Kafe Sama-Sama Penting
Ada kecenderungan menganggap budaya kopi modern lebih keren daripada budaya ngopi di warung.
Padahal keduanya memiliki fungsi sosial yang sama.
Di kafe, orang berdiskusi soal startup, pekerjaan kreatif, atau proyek bisnis. Di warung kopi sederhana, orang membicarakan harga kebutuhan pokok, pertandingan sepak bola, atau kondisi lingkungan sekitar.
Percakapan yang lahir dari secangkir kopi sachet sering kali sama berharganya dengan diskusi di meja kayu minimalis sebuah kafe premium.
Perbedaannya hanya pada latar belakang dan harga minumannya.
Baca Juga: Quiet Quitting Itu Udah Basi — Ini Namanya Conscious Working dan Gen Z Udah Duluan
Kopi Murah yang Mengubah Banyak Hal
Jika revolusi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang disentuh, maka kopi sachet memiliki pengaruh luar biasa.
Ia membuka akses, menciptakan kebiasaan sosial, menopang industri ritel kecil, dan menjadi bagian dari keseharian jutaan orang Indonesia.
Cold brew mungkin menawarkan pengalaman yang lebih kompleks dan premium. Namun kopi sachet menawarkan sesuatu yang tidak kalah penting: kesetaraan akses.
Dan terkadang, perubahan terbesar memang datang bukan dari sesuatu yang mahal dan eksklusif, melainkan dari hal sederhana yang bisa dinikmati siapa saja.***