nasional

BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Ini Dampak Positif dan Negatif yang Perlu Diketahui Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 09:42 WIB
Bank Indonesia umumkan kenaikan BI rate menjadi 5,50 persen. ((Instagram/bank_indonesia))

Baca Juga: Chatib Basri Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah, Soroti Menurunnya Kepercayaan Investor terhadap Fiskal RI

4. Menekan Risiko Inflasi

Bank Indonesia juga menargetkan agar inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen pada 2026 hingga 2027.

Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi diharapkan mampu mengendalikan laju permintaan dan menjaga stabilitas harga barang dan jasa.

Dampak Negatif Kenaikan BI Rate

1. Cicilan Kredit Berpotensi Meningkat

Di sisi lain, kenaikan BI Rate dapat berdampak pada meningkatnya bunga kredit perbankan.

Masyarakat yang memiliki pinjaman seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, maupun kartu kredit berpotensi menghadapi beban cicilan yang lebih besar jika bank melakukan penyesuaian suku bunga.

2. Daya Beli Masyarakat Bisa Melambat

Ketika biaya pinjaman meningkat, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Akibatnya, konsumsi rumah tangga berpotensi menurun karena sebagian masyarakat memilih mengurangi belanja non-prioritas dan lebih fokus pada kebutuhan utama.

Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas usaha, khususnya sektor perdagangan dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Pemulangan Jamaah Haji 2026 Masih Berlangsung, Menhaj Pastikan Layanan Tetap Berjalan hingga Kloter Terakhir

3. UMKM Menghadapi Beban Modal yang Lebih Tinggi

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan pinjaman bank untuk modal usaha juga berpotensi terdampak.

Halaman:

Tags

Terkini