nasional

Jemaah Haji Wajib Waspada! Akses Raudhah Gratis, Modus Penipuan Kartu Nusuk Mulai Bermunculan

Kamis, 30 April 2026 | 20:53 WIB
Ilustrasi Akses Raudhah di Masjid Nabawi gratis (Dok. Himpuh)

TITIKTEMU.CO - Minat jemaah untuk beribadah di Raudhah selalu sangat tinggi setiap musim haji. Tempat yang berada di dalam area Masjid Nabawi ini memang dikenal sebagai salah satu lokasi yang sangat istimewa bagi umat Muslim yang datang ke Madinah.

Namun di tengah tingginya antusiasme tersebut, muncul pula berbagai modus penipuan yang mencoba memanfaatkan situasi. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa akses ke Raudhah tidak dipungut biaya, sehingga jemaah diimbau lebih berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan layanan berbayar atau akses khusus.

Peringatan ini disampaikan oleh perwakilan petugas haji Indonesia melalui Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha. Ia mengingatkan bahwa beberapa oknum mulai menggunakan berbagai cara untuk menipu jemaah, salah satunya melalui pesan singkat yang dikirim lewat WhatsApp.

Baca Juga: Indonesia Mulai Terasa Mendidih, BMKG Ungkap Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kemarau

Dalam modus tersebut, pelaku biasanya mengaku sebagai pihak resmi yang menangani kartu Nusuk. Mereka mengirimkan pesan kepada jemaah dengan alasan bahwa kartu Nusuk mengalami masalah atau perlu diverifikasi ulang.

Setelah itu, jemaah diminta menekan tautan yang disertakan dalam pesan tersebut.

Padahal, menurut Ichsan, pesan semacam ini patut dicurigai sebagai upaya penipuan digital. Ia menegaskan bahwa jemaah tidak perlu mengklik tautan apa pun yang dikirim oleh pihak yang tidak jelas.

“Ada modus yang menyebutkan kartu Nusuk jemaah bermasalah dan meminta mereka membuka link yang dikirim melalui WhatsApp. Hal seperti ini harus diwaspadai. Jangan percaya dan jangan klik tautan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: FOMO Investasi? Ini Panduan Masuk Pasar Saham untuk Pemula yang Gak Mau Rugi

Dalam sistem resmi yang berlaku, akses masuk ke Raudhah hanya dilakukan melalui barcode yang diterbitkan melalui izin kolektif atau aplikasi resmi bernama Nusuk. Jika ada tawaran di luar mekanisme tersebut, besar kemungkinan itu adalah praktik penipuan.

Selain modus digital, jemaah juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa masuk Raudhah dengan meminta bayaran.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa seluruh jemaah haji memiliki kesempatan yang sama untuk beribadah di Raudhah tanpa dipungut biaya.

Ia menyampaikan bahwa apabila ada seseorang yang meminta uang dengan alasan membantu akses masuk Raudhah, jemaah diminta segera melapor kepada petugas resmi yang bertugas di area masjid.

“Masuk Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan kepada petugas,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini