TITIKTEMU.CO - Banyak orang tua mengira bahwa kekerasan fisik adalah hal paling berbahaya bagi anak.
Padahal, riset ilmiah justru menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan.
Perundungan atau bullying oleh teman sebaya bisa meninggalkan dampak mental yang lebih dalam dan bertahan lebih lama dibandingkan perlakuan buruk dari orang dewasa.
Temuan ini bukan opini semata, tetapi didukung oleh penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central.
Baca Juga: Cara Cek dan Konfirmasi Data E-Ijazah Online 2026 Lewat HP, Pastikan Nama dan NISN Tidak Salah!
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa anak yang mengalami bullying memiliki risiko masalah kesehatan mental yang sama, bahkan dalam beberapa kasus lebih buruk, dibanding anak yang mengalami kekerasan dari orang dewasa.
Kenapa bisa begitu?
Salah satu alasannya adalah karena bullying terjadi di lingkungan sosial anak sendiri.
Teman sebaya adalah dunia utama bagi anak—tempat mereka belajar diterima, dihargai, dan merasa “punya tempat”.
Ketika justru di lingkungan itu mereka disakiti, dampaknya menjadi sangat personal dan menghancurkan rasa percaya diri.
Berbeda dengan kekerasan dari orang dewasa yang sering kali masih bisa “dipahami” sebagai otoritas, bullying terasa seperti penolakan dari dunia mereka sendiri.
Akibatnya, anak bisa merasa sendirian, tidak berharga, bahkan tidak aman di lingkungan sehari-hari.
Baca Juga: Masjidil Haram Kini Pakai Teknologi Real Time: Jemaah Bisa Cek Kepadatan Tawaf Sebelum Ibadah
Secara ilmiah, dampaknya juga sangat serius.
Penelitian menunjukkan bahwa korban bullying lebih rentan mengalami depresi, kecemasan, bahkan hingga keinginan bunuh diri saat beranjak dewasa.
Tidak hanya itu, efeknya juga bisa bertahan bertahun-tahun.