nasional

Siomay Pakai Ikan Sapu-sapu? Pemkot Jaksel Siap Sidak Produksi demi Lindungi Konsumen

Selasa, 21 April 2026 | 15:50 WIB
Ilustrasi Pemkot Jaksel akan sidak produksi siomay (Desain AI)

TITIKTEMU.CO - Isu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan makanan kembali mencuat dan membuat publik resah.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) bergerak cepat dengan rencana melakukan inspeksi langsung ke sejumlah rumah produksi siomay.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada praktik penggunaan bahan berbahaya dalam makanan yang beredar di masyarakat.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menyampaikan bahwa pengawasan pangan sebenarnya telah dilakukan secara rutin setiap bulan.

Namun, menyusul kekhawatiran publik, fokus pengawasan akan diperluas hingga ke proses produksi makanan seperti siomay.

Pemerintah ingin memastikan bahwa bahan yang digunakan benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Langkah ini bukan tanpa alasan.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai jenis ikan yang hidup di perairan kotor dan bersifat pemakan segala, termasuk lumut, limbah, hingga organisme lain di dalam air.

Kondisi ini membuat ikan tersebut berpotensi mengandung zat berbahaya seperti logam berat dan merkuri.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, zat tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, mulai dari gangguan organ hingga risiko penyakit kronis seperti kanker.

Pemerintah sebenarnya telah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan, khususnya produk olahan yang tidak jelas asal-usul bahannya.

Namun, kekhawatiran tetap muncul karena praktik penggunaan bahan alternatif demi menekan biaya produksi bukan hal baru di industri makanan.

Di sisi lain, operasi penertiban juga dilakukan untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang semakin meningkat di sejumlah wilayah Jakarta.

Dalam satu kegiatan di Setu Babakan, Jagakarsa, petugas berhasil menangkap hingga 5,3 ton ikan sapu-sapu.

Halaman:

Tags

Terkini