Pendekatan ini justru dinilai dapat mempermudah proses audit dan pengawasan penggunaan anggaran negara. Setiap komponen kegiatan akan terdokumentasi dengan lebih rapi sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara transparan.
Bukan Sekadar Acara Seremonial
BGN menegaskan bahwa kegiatan yang ditangani oleh EO bukan sekadar acara formal atau seremoni biasa.
Sebagian besar kegiatan tersebut berkaitan dengan strategi komunikasi publik mengenai isu gizi nasional. Misalnya kegiatan sosialisasi program, kampanye kesadaran gizi, hingga bimbingan teknis bagi para penjamah makanan agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara lebih baik.
Dalam konteks ini, kualitas penyelenggaraan kegiatan menjadi faktor penting karena pesan yang ingin disampaikan pemerintah harus dapat dipahami masyarakat secara luas.
EO berperan membantu mengemas pesan tersebut agar lebih menarik, komunikatif, dan efektif menjangkau berbagai kalangan.
Solusi Sementara untuk Menjalankan Program
Penggunaan jasa EO juga dinilai sebagai langkah efisien dalam jangka pendek.
Membentuk tim internal yang mampu menangani semua kegiatan besar tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Proses rekrutmen, pelatihan, hingga pembentukan sistem kerja memerlukan tahapan yang panjang.
Sementara itu, berbagai program strategis pemerintah di bidang gizi harus segera dijalankan.
Karena itu, EO dipandang sebagai solusi sementara atau bridging solution agar program tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kualitas penyelenggaraan.
Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop! Review Film Yohanna: Potret Kelam Eksploitasi Anak di Sumba Timur
Transparansi Tetap Dijaga
Meski melibatkan pihak ketiga, Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa penggunaan anggaran tetap mengikuti aturan yang berlaku.