Selain Bulan purnama, April juga menghadirkan hujan meteor Lyrid yang mencapai puncaknya pada 22 April 2026.
Fenomena ini terjadi ketika partikel debu dari komet Thatcher masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, menciptakan garis cahaya yang melintas cepat di langit.
Pada kondisi ideal, kamu bisa menyaksikan beberapa meteor per jam yang tampak berasal dari rasi bintang Lyra.
Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar.
Untuk hasil maksimal, disarankan memilih lokasi yang gelap dan jauh dari cahaya kota.
Baca Juga: Panduan Lengkap Nonton One Piece dari Awal hingga Final Saga, Dijamin Nggak Bingung!
Pi Puppid: Fenomena Langka di Akhir April
Menjelang akhir bulan, tepatnya sekitar 24 April 2026, langit kembali diramaikan oleh hujan meteor Pi Puppid.
Fenomena ini berasal dari sisa partikel komet Grigg-Skjellerup.
Meski lebih mudah terlihat di belahan bumi selatan, dalam kondisi tertentu Pi Puppid tetap bisa diamati dari wilayah lain, termasuk Indonesia.
Pengamatan terbaik dilakukan di area terbuka dengan horizon luas.
Konjungsi Planet dan Fenomena Lainnya
Tak hanya itu, April 2026 juga menghadirkan berbagai fenomena lain seperti konjungsi Bulan dengan planet-planet terang seperti Jupiter dan Mars.
Fenomena ini terjadi ketika dua atau lebih benda langit tampak berdekatan dari sudut pandang Bumi.
Dalam kondisi langit cerah, beberapa di antaranya bahkan bisa dilihat tanpa teleskop.
Selain itu, asteroid dan komet juga diperkirakan muncul pada waktu tertentu, memberikan kesempatan tambahan bagi pengamat langit untuk menikmati variasi fenomena astronomi.
Momen Langka yang Sayang Dilewatkan
Dengan banyaknya fenomena yang terjadi sepanjang bulan, April 2026 bisa disebut sebagai “bulan emas” bagi pengamatan langit.