TITIKTEMU.CO - Berikut ini tips dan cDi era digital yang semakin maju, penggunaan gadget pada anak menjadi hal yang tidak terhindarkan.
Namun berbagai riset menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan dapat berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak jika tidak dikontrol dengan bijak.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan berbagai studi perkembangan anak menyarankan pembatasan screen time serta mendorong aktivitas fisik dan interaksi langsung untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Sayangnya, banyak orang tua menghadapi tantangan ketika mencoba mengalihkan perhatian anak dari gadget ke aktivitas offline yang lebih bermanfaat.
Baca Juga: Libur Lebaran Lebih Bermakna! 7 Skill Baru yang Bisa Kamu Pelajari di 2026
Kunci utama dalam mengatasi hal ini bukanlah larangan total, melainkan pendekatan yang seimbang, konsisten, dan menyenangkan bagi anak.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas offline.
Sediakan ruang bermain yang menarik, buku cerita, alat gambar, atau permainan edukatif yang dapat memicu rasa ingin tahu anak secara alami.
Anak cenderung memilih aktivitas yang paling menarik dan mudah diakses, sehingga menyediakan alternatif yang menyenangkan menjadi sangat penting.
Baca Juga: Lebaran Bukan Sekadar Kumpul: 9 Cara Quality Time Ini Diam-Diam Menguatkan Keluarga
Selain itu, orang tua juga perlu menjadi role model dalam penggunaan gadget.
Jika anak melihat orang tua terus-menerus menggunakan ponsel, maka mereka akan meniru perilaku tersebut.
Sebaliknya, ketika orang tua aktif melakukan kegiatan seperti membaca, berolahraga, atau bermain bersama, anak akan lebih terdorong untuk mengikuti.
Selanjutnya, penting untuk mengajak anak terlibat dalam aktivitas yang bersifat interaktif dan sosial.