nasional

Siswa Akan Belajar di Rumah Mulai April 2026? Begini Penjelasan Pemerintah

Selasa, 24 Maret 2026 | 11:35 WIB
Siswa Akan Belajar di Rumah Mulai April 2026? Begin9i Penjelasan Pemerintah. (ANTARA FOTO)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah mulai mempertimbangkan kebijakan baru di sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan sistem belajar dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai April 2026.

Wacana ini disampaikan Sekretaris Negara (Setneg) Pratikno. Menurutnya, kebijakan efisiensi energi tidak boleh berdampak negatif terhadap masyarakat, khususnya sektor pendidikan.

Pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting dalam menyusun kebijakan serupa. Pemerintah ingin memastikan penerapan belajar dari rumah tetap efektif tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.

“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor,” ujarnya.

Baca Juga: Pendaftaran SNBT 2026 Dibuka 25 Maret, Simak Syarat, Cara Daftar, dan Aturan Pilih Prodi

PJJ Disesuaikan dengan Kebutuhan Mata Pelajaran

Dalam rencana tersebut, pemerintah tidak serta-merta menerapkan sistem belajar daring secara penuh. Skema PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran.

Untuk pelajaran teori, metode belajar dari rumah dinilai cukup efektif. Namun, untuk mata pelajaran yang membutuhkan praktik, seperti laboratorium, dan kegiatan tatap muka tetap dilakukan di sekolah.

Langkah ini diambil agar kualitas pembelajaran tetap terjaga, sekaligus mendukung efisiensi energi tanpa mengganggu proses pendidikan siswa.

Masih Dikaji, Termasuk Internet dan Program Makan Gratis

Meski sudah mulai dibahas, kebijakan ini masih dalam tahap wacana dan belum menjadi keputusan final. Pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah aspek penting sebelum benar-benar menerapkannya.

Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain adalah distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kesiapan akses internet bagi siswa di berbagai daerah.

Hal ini penting karena tidak semua wilayah memiliki infrastruktur digital yang memadai. Pemerintah menyadari penerapan PJJ membutuhkan dukungan teknologi yang merata.

Halaman:

Tags

Terkini