Salah satu langkah yang sedang dilakukan LPDP adalah membangun ekosistem yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pengelola Investasi Danantara.
Melalui koordinasi ini, LPDP berharap dapat menciptakan jembatan antara alumni LPDP dengan sektor industri yang membutuhkan tenaga ahli.
Dengan cara tersebut, alumni LPDP diharapkan tidak hanya memiliki pendidikan tinggi, tetapi juga peluang karier yang relevan dengan bidang studinya.
Sudarto juga menekankan kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan tempat itmenempuh pendidikan. Faktor yang lebih penting adalah bagaimana keahlian itu dimanfaatkan setelah mereka lulus.
Karena itu, LPDP kini mulai menyesuaikan kebijakan beasiswa dengan kebutuhan pembangunan nasional serta kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor strategis.
Kuota Beasiswa STEM Diperbesar
Sebagai bagian dari strategi, LPDP meningkatkan porsi beasiswa pada bidang STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics hingga sekitar 80 persen dari total kuota.
Bidang ini berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi dan teknologi. Dengan memperbanyak lulusan sektor STEM, pemerintah berharap dapat mempercepat pengembangan berbagai industri strategis.
Beberapa bidang prioritas yang menjadi fokus antara lain teknologi digital, kecerdasan buatan, semikonduktor, energi, kesehatan, industri pangan, maritim, hingga sektor pertahanan dan manufaktur.
Sementara itu, bidang non-STEM yang dikenal sebagai SHARE, meliputi ilmu sosial, humaniora, seni, ekonomi, serta keagamaan, tetap tersedia namun porsinya dibatasi sekitar 20 persen dari total beasiswa.
Baca Juga: LPDP Hitung Dana Beasiswa yang Dikembalikan Arya Iwantoro, Termasuk Bunga
Alumni LPDP Bisa Magang atau Berwirausaha
Selain penyesuaian bidang studi, LPDP juga menyiapkan skema tambahan untuk membantu alumni memperoleh pengalaman kerja sebelum kembali ke Indonesia.