nasional

Catat Tanggalnya! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Cara Menontonnya

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:30 WIB
Gerhana Bulan Total akan terjadi 3 Maret 2026 (Pinterest @yolande_streit)

TITIKTEMU.CO - Tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa bagi para pecinta astronomi. Sepanjang tahun ini, langit akan menghadirkan empat fenomena gerhana: dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan.

Salah satu yang paling dinantikan adalah Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, yang bisa disaksikan langsung dari Indonesia.

Berdasarkan Almanak 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak Gerhana Bulan Total akan terjadi pada pukul 18.34.52 WIB.

Momen ini menjadi titik ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti (umbra) Bumi, membuatnya tampak kemerahan—fenomena yang kerap dijuluki sebagai “Blood Moon”.

Baca Juga: Rahasia Doa Puasa Hari ke 8 Ramadan: Minta Rahmat, Lembutkan Hati, dan Dekatkan Diri pada Allah

Gerhana Bulan terjadi saat cahaya Matahari menuju Bulan terhalang oleh Bumi. Peristiwa ini hanya bisa berlangsung ketika fase Bulan sedang purnama.

Pada saat tertentu, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Ketika kesejajaran ini sempurna, terjadilah gerhana Bulan total.

Baca Juga: Jangan Kehabisan Kuota! Mudik Gratis BTN 2026 Siap Dibuka—3.500 Kursi, Rute Panjang, Berangkat Serentak

Berikut rincian fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (WIB):

  • Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44.22
  • Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50.00
  • Gerhana Total mulai (U2): 18.04.26
  • Puncak Gerhana (MID): 18.34.52
  • Gerhana Total berakhir (U3): 19.02.45
  • Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17.10
  • Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22.59

Artinya, sejak sore hingga malam hari, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan seluruh rangkaian proses gerhana.

Waktu terbaik untuk melihat fase total tentu saja di sekitar pukul 18.04 hingga 19.02 WIB, dengan puncaknya pada 18.34 WIB.

Kabar baiknya, Gerhana Bulan Total ini dapat diamati tanpa alat bantu khusus.

Mata telanjang sudah cukup untuk menikmati perubahan warna dan cahaya Bulan.

Namun, jika ingin pengalaman lebih detail, Anda bisa menggunakan teropong atau teleskop agar permukaan Bulan terlihat lebih dramatis.

Halaman:

Tags

Terkini