Di antara doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan dinilai shahih adalah:
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab latin: Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."
Doa ini sederhana namun dalam maknanya.
Ia menggambarkan rasa syukur setelah dahaga hilang dan keyakinan bahwa pahala puasa telah dicatat oleh Allah.
Baca Juga: Doa Puasa Hari Pertama Ramadhan: Kunci Pembuka Pintu Ampunan dan Surga Ar Rahman
Doa Populer yang Perlu Diketahui Statusnya
Di masyarakat, sering pula dibaca doa berikut:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Arab latin: Allahumma laka shumtu wabika amantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang".
Namun, para ulama seperti Al-Mulla Ali Al-Qaari menjelaskan bahwa tambahan lafaz tertentu dalam doa tersebut tidak memiliki sanad kuat dalam kitab hadits, meskipun maknanya benar.
Karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui mana doa yang shahih dan mana yang dhaif agar ibadah semakin sempurna.
Ada pula versi gabungan doa yang mengandung dua redaksi sekaligus, yang secara makna baik dan banyak diamalkan.