TITIKTEMU.CO – Media sosial tengah diramaikan dengan kemunculan istilah Rocadoh, singkatan dari rombongan pencari jodoh, yang disebut-sebut mulai meramaikan sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia.
Fenomena ini menjadi perbincangan warganet setelah sebelumnya muncul istilah Rohana (rombongan hanya nanya) dan Rojali (rombongan jarang beli). Kini, Rocadoh hadir sebagai “generasi baru” pengunjung mall yang datang bukan semata untuk berbelanja, tetapi juga mencari pasangan.
Dalam unggahan akun Instagram @voktis.id pada Senin, 16 Februari 2026, disebutkan bahwa beberapa pusat perbelanjaan mulai menghadirkan konsep unik yang belum pernah ada sebelumnya. Bahkan, salah satu mall di kawasan Jakarta Utara disebut telah membuka gerai jasa pencarian jodoh.
Baca Juga: Bus Transjakarta Koridor 9 Berasap di Halte Pancoran, Penumpang Dievakuasi dan Armada Di-grounded
Berawal dari Cindomatch di Mall of Indonesia
Berdasarkan penelusuran, kemunculan Rocadoh bermula dari program bernama Cindomatch yang digelar di Mall of Indonesia pada paruh kedua 2025.
Awalnya, layanan biro jodoh tersebut diperuntukkan khusus bagi etnis Tionghoa-Indonesia atau yang kerap disebut Cindo. Namun, tingginya minat masyarakat membuat konsep ini berkembang dan mulai terbuka untuk kalangan yang lebih luas.
Layaknya biro perjodohan modern, Cindomatch menjadi wadah bagi para lajang untuk bertemu dan berkenalan dengan calon pasangan dalam suasana santai di pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Viral Siswa MTs di Bogor Soraki Mobil Makan Bergizi Gratis karena Datang Terlambat
Disebut Mirip Shanghai Marriage Market
Fenomena ini dinilai memiliki kemiripan dengan Shanghai Marriage Market di China, meskipun skalanya di Indonesia masih relatif kecil.
Jika awalnya Rocadoh identik dengan kalangan tertentu, kini pesertanya berasal dari berbagai latar belakang dan mulai menjangkau mall-mall lain di Jakarta hingga Surabaya.
Kemunculan tren ini dianggap menarik karena pusat perbelanjaan selama ini menghadapi perubahan perilaku konsumen akibat pesatnya perkembangan e-commerce. Dengan menghadirkan konsep sosial seperti ajang pencarian jodoh, mall dinilai mencoba beradaptasi agar tetap relevan dan menarik minat pengunjung.***