nasional

Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai? Ini Prediksi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:31 WIB
Ilustrasi prediksi awal puasa Ramadan 2026 versi pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN. (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Penentuan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian besar umat Islam di Indonesia karena adanya perbedaan metode hisab dan rukyat.

Perbedaan hitungan yang digunakan oleh pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ini kerap memunculkan prakiraan berbeda.

Sampai saat ini, masyarakat masih menanti kepastian resmi dari pemerintah mengenai awal puasa Ramadhan.

Baca Juga: Awal Puasa Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Mungkin Berbeda

Pemerintah: Menanti Hasil Sidang Isbat 17 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 H lewat mekanisme sidang isbat.

Berdasarkan jadwal resmi, sidang isbat digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, bersamaan dengan pemantauan hilal di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia.

Proses sidang diawali dengan pemaparan data astronomi atau hisab mengenai posisi hilal. Setelah itu, laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah akan dihimpun.

Kombinasi dua pendekatan ini menjadi dasar keputusan resmi pemerintah dalam menentukan kapan umat Islam mulai berpuasa.

Baca Juga: Link Poster Ramadhan 1447 H Gratis, Siap Download untuk Sekolah, Masjid, dan Media Sosial

NU: Rukyat Hilal Tetap Jadi Penentu

Nahdlatul Ulama (NU) konsisten menggunakan metode rukyatul hilal yang diperkuat dengan data hisab. Artinya, pengamatan langsung terhadap hilal tetap menjadi faktor utama dalam penetapan 1 Ramadan.

Melalui Lembaga Falakiyah, NU akan menggelar rukyat di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

Jika hilal memenuhi kriteria imkanur rukyah—yakni memungkinkan untuk terlihat—maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadan.

Halaman:

Tags

Terkini