Transparansi Pasar Dinilai Masih Lemah
Purbaya menilai tingkat ketidaktransparanan di pasar saham Indonesia masih cukup tinggi.
Beberapa bulan sebelum kejatuhan IHSG, ia mengaku telah meminta manajemen bursa untuk membersihkan praktik manipulasi harga saham atau saham gorengan.
Namun, permintaan tersebut tidak direspons dengan langkah konkret.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan dengan Tokoh Islam, Mensesneg: Agenda Rutin untuk Serap Masukan
MSCI Jadi Momentum Pembenahan
Alih-alih dipandang sebagai ancaman, Purbaya menilai peringatan dari MSCI justru menjadi momentum positif untuk membenahi praktik pasar saham.
Ia menyebut peringatan tersebut sebagai alat dorong untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kepercayaan investor global.
Pemerintah, kata Purbaya, berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan MSCI, terutama dalam hal transparansi pasar.
Baca Juga: Mana Lebih Untung, Investasi Emas atau Saham? Ini Plus Minusnya, Jangan Salah Pilih!
Peran Pemerintah ke Depan
Sebagai Menteri Keuangan, Purbaya mengakui tidak terlibat langsung dalam operasional bursa saham.
Namun, ia memastikan pemerintah akan fokus menjaga arah ekonomi nasional tetap stabil dan kredibel.
Pemerintah akan memastikan belanja negara berjalan optimal pada kuartal pertama dan kedua.
Selain itu, likuiditas pasar akan dijaga agar tetap memadai dan iklim usaha terus membaik.