Untuk aspek kesehatan, pemerintah menyiapkan pembekalan sejak sebelum keberangkatan, termasuk pendampingan bagi jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi.
Sedangkan pilar kemaslahatan ditargetkan agar penyelenggaraan haji memberi dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Pelatihan Petugas Haji Diperkuat, Bukan Sekadar Formalitas
Kementerian Haji dan Umrah juga melaporkan perkembangan pelatihan Petugas Haji Reguler yang telah diikuti 1.636 peserta.
Hampir seluruh peserta disebut telah menuntaskan tahapan pelatihan.
Materi pembinaan tidak hanya teori, tetapi juga meliputi:
- penguatan fisik
- materi teknis lapangan
- praktik langsung
- peningkatan kemampuan bahasa Arab
Dengan pelatihan ini, petugas diharapkan lebih siap menghadapi situasi nyata di lapangan dan mampu melayani jemaah dengan lebih sigap.
Pelunasan Biaya dan Integrasi Data Jemaah Dikebut
Pemerintah juga mempercepat proses pelunasan biaya haji reguler dan khusus, serta menyelesaikan persiapan layanan transportasi dan akomodasi di Arab Saudi.
Integrasi data jemaah diperkuat melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang terhubung dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.
Hingga 26 Januari 2026, pelunasan jemaah reguler tercatat sudah melampaui 100 persen, yakni 209.790 jemaah (103,18 persen) serta 33.214 jemaah cadangan.
Sementara progres input pemvisaan mencapai 149.954 jemaah (73,75 persen). Untuk petugas haji, sebanyak 4.377 orang (99,1 persen) sudah terinput dalam sistem Nusuk.
Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Tembus 100 Persen Lebih
Dari sisi kesehatan, pemeriksaan istitha’ah dilakukan secara nasional melalui fasilitas kesehatan.