TITIKTEMU.CO - Pemerintah mulai menata langkah sejak dini untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M.
Fokus utamanya bukan cuma soal jadwal keberangkatan, tapi memastikan pelayanan jemaah berjalan lebih tertib, aman, sehat, dan terasa semakin berkualitas.
Persiapan ini dimatangkan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, karena haji bukan pekerjaan satu instansi saja.
Ini kerja besar yang butuh sistem rapi dan kolaborasi solid.
Baca Juga: Mindset Orang Sukses: Cara Berpikir yang Bikin Kamu Selangkah Lebih Maju
Koordinasi Lintas Instansi Jadi Kunci Haji yang Lebih Tertata
Kesiapan tersebut ditegaskan oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M yang digelar secara hybrid pada Senin (27/1).
Warsito menekankan bahwa penyelenggaraan haji harus terintegrasi dan tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Tujuannya jelas: mewujudkan haji yang aman, sehat, khusyuk, serta membawa manfaat luas bagi umat.
Baca Juga: Saya Tidak Terseret! Gus Yahya Tegaskan PBNU Tak Terkait Kasus Kuota Haji
Empat Pilar Utama Jadi “Kompas” Haji 2026
Dalam rapat tersebut, pemerintah menetapkan empat pilar utama yang menjadi fondasi penyelenggaraan haji 2026, yaitu:
- Kekhusyukan ibadah
- Keamanan dan keselamatan jemaah
- Kesehatan jemaah
- Kemaslahatan dan ekosistem haji
Pilar kekhusyukan diarahkan lewat bimbingan dan pendampingan ibadah yang lebih terencana.
Sementara keamanan dan keselamatan menyangkut perlindungan jemaah dari awal perjalanan, termasuk urusan transportasi, dokumen, hingga layanan selama berada di Arab Saudi.