Trauma Mendalam Pascabencana
Dalam unggahan terpisah, warga tersebut mengungkapkan trauma mendalam yang masih dirasakan hingga kini, terutama saat hujan deras kembali turun.
“Trauma itu nyata. Teriakan malam itu masih terngiang jelas. Keluargaku dan tetanggaku berlarian menyelamatkan diri dari banjir besar, hujan dan angin kencang,” tulisnya.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-53 PDIP dan Ultah Megawati ke-79, DPC PDIP Banyuwangi Gelar Sedekah Alam
Ia mengaku kini merasa takut setiap kali mendengar hujan lebat atau melihat kondisi desanya.
“Sekarang mendengar hujan deras saja sudah takut. Takut kejadian itu terulang lagi,” ungkapnya.
Ratusan Warga Terdampak, Pemalang Tetapkan Tanggap Darurat
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dampak banjir dan longsor tersebut cukup parah. Tercatat 8 rumah hanyut, 18 rumah rusak berat, dan 24 rumah mengalami kerusakan sedang.
Sementara itu, jumlah warga terdampak mencapai 252 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.***