nasional

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Ungkap Detik-Detik Mencekam

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:01 WIB
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir datang menerjang permukiman. (Instagram/rinna_125)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, meninggalkan luka mendalam dan trauma bagi masyarakat setempat. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat sore, 23 Januari 2026, dan mencapai puncaknya pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Kisah mencekam detik-detik banjir bandang itu dibagikan salah satu warga melalui akun Instagram @rinna_125 pada Rabu (28/1/2026). Dalam unggahannya, terlihat kepanikan warga yang saling berteriak memperingatkan satu sama lain agar segera menyelamatkan diri dari rumah masing-masing.

Suara Gemuruh hingga Jembatan Desa Dihantam Banjir

Dalam rekaman video tersebut, kondisi Desa Penakir tampak gelap gulita akibat listrik padam, disertai hujan deras dan angin kencang. Pemilik akun menceritakan bahwa tanda-tanda bencana sudah mulai terasa sejak sore hari.

Baca Juga: Chiki Fawzi Batal Jadi Petugas Haji 2026, Impian Tiga Tahun Pupus Mendadak

“Sore itu sekitar pukul lima lebih, kami sedang di dapur ketika terdengar suara gemuruh dari belakang rumah. Bapak dan kakak-kakak langsung mengecek sungai, katanya masih aman,” tulisnya dalam keterangan video.

Namun, situasi berubah drastis saat suara gemuruh kembali terdengar sekitar pukul 18.00 WIB, kali ini jauh lebih keras.

“Benar saja, banjir besar datang menghantam jembatan dengan suara seperti ledakan bom, lalu air meluap ke jalan,” ungkapnya.

Listrik Padam, Rumah di Bantaran Sungai Terseret Arus

Saat banjir melanda, hujan turun sangat deras dan angin bertiup kencang. Kondisi diperparah dengan padamnya aliran listrik di desa tersebut.

Baca Juga: Sungai Bekas Banjir di Bener Meriah Disulap Jadi Wisata Dadakan, Warga Ramai Berkunjung

“Malam itu benar-benar mengerikan dan jadi trauma seumur hidup. Kami berlari ke arah Desa Krajan dan mengungsi di rumah uwa,” lanjutnya.

Meski sudah berada di tempat yang relatif aman, warga tetap diminta waspada dan tidak terlelap tidur karena khawatir terjadi banjir susulan.

Sekitar pukul 02.00 WIB, kabar buruk datang. Rumah milik keluarganya dan beberapa rumah lain yang berada dekat sungai diketahui tersapu habis oleh arus banjir.

Halaman:

Tags

Terkini