“Sebagian mengungsi sekitar jam 10 sampai 12 siang. Tapi ada juga yang memilih bertahan di rumah, terutama dari RT 20, RT 21, RT 23, dan RT 24,” katanya.
Ia juga menyebutkan adanya korban meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Namun, korban jiwa bukan berasal dari Desa Penakir.
Ratusan Kepala Keluarga Terdampak
Data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat dampak kerusakan cukup signifikan. Sebanyak 8 rumah hanyut, 18 rumah rusak berat, dan 24 rumah mengalami rusak sedang.
Sementara itu, total warga terdampak mencapai 252 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa.
Lokasi Pengungsian dan Status Tanggap Darurat
Pemerintah telah menyiapkan beberapa lokasi pengungsian bagi warga terdampak, antara lain:
- Kantor Kecamatan Pulosari: 148 jiwa
- Gedung PC NU: 381 jiwa
- SDN 02 Penakir: 30 jiwa
Pemerintah Kabupaten Pemalang juga telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Bantuan Logistik dan Layanan Kesehatan Mulai Disalurkan
Selain proses evakuasi, bantuan logistik dan layanan darurat terus digulirkan. Posko dapur umum dan logistik telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
Baca Juga: Resmi Menikah! Ini Kisah Panjang Cinta Ranty Maria dan Rayn Wijaya dari Lokasi Syuting ke Pelaminan
Pemerintah daerah juga melakukan pembersihan material banjir, pendataan kerusakan infrastruktur, serta membuka posko kesehatan guna memastikan kondisi warga tetap terpantau.
Banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama bagi wilayah rawan bencana di kawasan pegunungan.***