TITIKTEMU.CO - Laporan terhadap komedian Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy Mens Rea memicu perdebatan di ruang publik.
Sorotan tak hanya tertuju pada materi komedi, tapi juga pada identitas pelapor yang mengatasnamakan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Belakangan, kedua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu menegaskan bahwa pelaporan Mens Rea Panji bukan merupakan sikap organisasi.
Baca Juga: Viral di Netflix, Ini Makna Kalimat “Menurut Keyakinan Saya” dalam Stand Up Pandji Pragiwaksono
Pelaporan dilakukan Rizki Abdul Rahman Wahid ke Polda Metro Jaya pada Kamis 8 Januari 2026, yang menyebut dirinya mewakili Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM).
Dalam laporannya, Pandji dituding menyampaikan materi yang dinilai merendahkan, memfitnah, dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat melalui stand up Mens Rea.
Materi Mens Rea sendiri menyoroti isu politik balas budi dan relasi kekuasaan. Dalam penyampaiannya, Pandji sempat menyinggung NU dan Muhammadiyah.
Baca Juga: Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Buka Suara dari New York: Saya Baik-baik Saja
Namun, tak lama setelah laporan mencuat, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan bahwa AMNU bukan bagian dari struktur resmi organisasi NU.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa NU secara kelembagaan tidak terlibat dalam pelaporan terhadap Pandji.
Klarifikasi serupa juga datang dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Di kanal X, PP Muhammadiyah menegaskan AMM bukan bagian dari struktur organisasi Muhammadiyah.
“Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah,” tulis PP Muhammadiyah, Jumat 9 Januari.
PP Muhammadiyah menegaskan sikap resmi organisasi hanya dapat disampaikan pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Dengan kata lain, tidak semua kelompok yang menggunakan nama Muhammadiyah dapat serta-merta dianggap mewakili organisasi keagamaan tersebut.