nasional

Demo Ormas Islam di Komdigi dan KPI, Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Konten “Mens Rea”

Jumat, 9 Januari 2026 | 22:24 WIB
Menyoroti komika Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke polisi buntut materi dalam show stand up comedy Mens Rea. (Instagram.com/@undercover.id)

TITIKTEMU.CO - Ribuan massa yang berasal dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh tayangan stand up comedy “Mens Rea” yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono dan ditayangkan di platform Netflix pada akhir Desember 2025. Konten tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan publik karena memuat kritik sosial dan politik yang dinilai kontroversial.

Seiring memanasnya polemik, Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/1/2026). Laporan itu diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

Baca Juga: Stand Up Pandji di Netflix Tuai Sorotan, Mahfud MD Tegaskan Tak Bisa Dipidana

Dinilai Hina Ormas dan Picu Kegaduhan

Ketua Angkatan Muda NU sekaligus pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut materi komedi yang disampaikan Pandji dianggap merendahkan dan berpotensi memicu kegaduhan di ruang publik.

“Kami melaporkan dugaan perbuatan yang menurut kami berisi perendahan, fitnah, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di media,” ujar Rizki kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Ia menegaskan bahwa laporan tersebut ditujukan kepada satu orang, yakni komika yang menjadi pemeran utama dalam pertunjukan stand up comedy “Mens Rea”.

“Satu orang yang kami laporkan, seorang stand up comedian yang belakangan ini ramai dibicarakan, berinisial P,” tegasnya.

Materi Disebut Seret NU dan Muhammadiyah ke Politik Praktis

Rizki juga menilai isi materi “Mens Rea” berpotensi menimbulkan perpecahan, khususnya di kalangan generasi muda NU dan Muhammadiyah. Ia menyoroti narasi yang dianggap menyudutkan dua organisasi Islam besar tersebut.

Baca Juga: Libur Nataru 2025/2026 Meledak, Jawa Timur Kokoh Jadi Destinasi Wisata Nomor Satu Nasional

“Dalam materinya ada narasi yang seolah-olah menuduh NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis,” kata Rizki.

Ia menambahkan, dalam pertunjukan tersebut terdapat dugaan insinuasi bahwa NU dan Muhammadiyah mendapatkan keuntungan berupa konsesi tambang sebagai imbalan atas dukungan politik dalam pemilihan umum.

Halaman:

Tags

Terkini