Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 juga menggelar pelatihan industri 4.0 yang diikuti 130 peserta. Pendampingan transformasi digital pun diberikan kepada tiga perusahaan industri.
Untuk mendukung pengembangan karier, BPSDMI bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) guna memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi 190 tenaga kerja industri. Selain itu, pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) terus dilakukan agar selaras dengan kebutuhan industri.
Dorong Wirausaha dan Tenaga Kerja Muda
Tak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, Kemenperin juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri. Sepanjang 2025, program ini berhasil membina 27 wirausaha baru dengan total omzet mencapai Rp8,6 miliar.
Baca Juga: Bagan 16 Besar AFC Champions League 2 2025-2026: Persib Bandung Tantang Ratchaburi FC
Kemenperin juga aktif mendukung Program Magang Nasional untuk mempercepat kesiapan tenaga kerja muda. Pada batch ketiga, tersedia 635 posisi magang di 54 satuan kerja, dengan jumlah pendaftar mencapai 13.377 orang.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemenperin dalam menyiapkan SDM unggul sebagai fondasi utama industrialisasi nasional.***