nasional

Kemenperin Tekankan SDM Unggul Jadi Kunci Percepatan Industrialisasi Nasional

Selasa, 30 Desember 2025 | 20:42 WIB
Kemenperin tekankan SDM unggul sebagai kunci industrialisasi nasional. Sepanjang 2025, ribuan tenaga industri berhasil dicetak. (instagram.com/@kemenperin.ri)

 

TITIKTEMU.CO - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa keberadaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi faktor utama dalam mendorong percepatan industrialisasi di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa untuk mendukung visi pembangunan nasional Astacita, khususnya di sektor industri, Kemenperin terus memperkuat fondasi pembangunan melalui penyiapan SDM industri yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global.

Sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil mencetak 7.691 SDM industri unggul sebagai bagian dari pelaksanaan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Baca Juga: Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Jadi Acuan UMKM Sebelum Ajukan Pinjaman

“Agenda Astacita menitikberatkan pada pembangunan manusia unggul, percepatan industrialisasi, hilirisasi berkelanjutan, serta transformasi digital dan inovasi teknologi. Seluruhnya membutuhkan SDM industri yang kompeten sebagai penggerak utama,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program strategis yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan industri, hingga penguatan kompetensi industri 4.0.

Ribuan Lulusan Vokasi Siap Masuk Dunia Industri

Kepala BPSDMI Kemenperin, Doddy Rahadi, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin telah meluluskan 5.386 peserta didik dari politeknik dan SMK vokasi industri.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Gratiskan TransJakarta, MRT, dan LRT

“Lulusan vokasi Kemenperin dipersiapkan agar siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tingkat serapan lulusan ke industri mencapai 68 persen setelah lulus dan ditargetkan 100 persen dalam waktu enam bulan,” jelas Doddy.

Saat ini, Kemenperin membina 11 politeknik, dua akademi komunitas, serta sembilan SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai daerah. Tingginya penyerapan lulusan ini turut mendorong minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi industri.

Pada Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025, tercatat sebanyak 82,8 ribu pendaftar untuk politeknik dan akademi komunitas, serta 28,8 ribu pendaftar SMK. Rasio pendaftar mencapai 1:18,2 untuk politeknik dan akademi komunitas, serta 1:10 untuk SMK.

Pelatihan dan Sertifikasi Dorong Daya Saing Tenaga Kerja

Selain pendidikan formal, BPSDMI juga memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi. Sepanjang 2025, sebanyak 2.305 tenaga kerja industri mengikuti pelatihan di tujuh Balai Diklat Industri, mencakup program skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan dunia usaha.

Halaman:

Tags

Terkini