nasional

Menjemput Keadilan di Gedung Merah Putih: Mengapa Warga Bekasi Justru Merindukan Kehadiran KPK?

Senin, 29 Desember 2025 | 19:15 WIB
E-maskot pasang spanduk di KPK (Kolase tangkapan layar dari Instagram @infojawabarat)

TITIKTEMU.CO - Sebuah pemandangan kontras terlihat di depan markas besar Komisi Pemberantasan Korupsi saat sekelompok warga yang menamakan diri E-maskot membentangkan spanduk bernada tantangan sekaligus harapan.

Alih-alih menolak, mereka justru secara terang-terangan mengundang para penyidik untuk segera turun tangan membedah tatanan birokrasi di Kota Patriot agar bersih dari sisa-sisa praktik lancung.

Aksi yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 27 Desember 2025 ini merupakan pernyataan sikap tegas bahwa masih banyak warga yang merindukan transparansi nyata di pemerintahan mereka.

Baca Juga: Pita Raksasa Sarinah Sempat Terbakar: Komitmen Keamanan di Balik Cepatnya Penanganan Api

Perlawanan Terhadap Narasi Perlindungan Pejabat yang Keliru

Koordinator E-maskot yang akrab disapa Ncek menegaskan bahwa tindakan mereka adalah respons langsung terhadap spanduk-spanduk lain yang mencoba membangun opini penolakan terhadap KPK.

Bagi mereka, narasi yang seolah-olah melindungi wali kota dari pemeriksaan hukum justru melukai nurani masyarakat yang ingin melihat kotanya berjalan di jalur yang benar.

Warga asli Bantargebang ini menekankan bahwa kehadiran lembaga antirasuah adalah sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap kebijakan publik tidak dicemari oleh kepentingan pribadi.

Baca Juga: Romo Mudji Sutrisno Meninggal: Rohaniwan dan Penjaga Budaya, Ini Profilnya

Bayang-Bayang Hattrick: Trauma Panjang Korupsi di Kursi Pimpinan

Istilah hattrick yang mereka suarakan bukanlah sekadar jargon tanpa makna, melainkan pengingat pahit atas sejarah kelam kepemimpinan di Kota Bekasi selama dua dekade terakhir.

Masyarakat belum lupa dengan penangkapan Mochtar Muhammad pada tahun 2010 dan disusul oleh Rahmat Effendi pada tahun 2022 yang keduanya harus berurusan dengan jeruji besi.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Banjir Samosir: Kronologi Penyelewengan Bantuan dan Dampaknya Bagi Hak Penyintas

Mereka khawatir jika pengawasan melemah, pola yang sama akan terulang kembali dan menjadikan Bekasi sebagai daerah yang langganan menyumbangkan nama pimpinannya ke daftar tahanan korupsi.

Halaman:

Tags

Terkini