TITIKTEMU.CO - Upaya pemulihan ekonomi warga pascabencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 terus dilakukan. Salah satunya melalui pengiriman komoditas hasil pertanian dari Sumatera ke DKI Jakarta sebagai langkah menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat terdampak.
Inisiatif tersebut digagas oleh influencer sekaligus aktivis kemanusiaan, Ferry Irwandi, yang turun langsung ke lokasi bencana. Setelah mengoordinasikan pengiriman puluhan ton cabai dari Aceh ke Jakarta, Ferry menekankan pentingnya menjaga keseimbangan rantai pasok komoditas pangan di pasar.
Tekankan Pentingnya Rantai Suplai yang Sehat
Ferry mengingatkan bahwa distribusi hasil tani harus dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan gangguan pada pasar. Hal ini disampaikannya menyusul meningkatnya upaya pengiriman komoditas pertanian dari Sumatera sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Satgas Pangan Banyuwangi Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
“Seperti yang teman-teman ketahui, bersama Rumah Tani kami telah mengambil puluhan ton cabai,” ujar Ferry melalui akun Instagram pribadinya @irwandiferry, Rabu, 24 Desember 2025.
Ia menjelaskan, hasil tani tersebut tidak hanya difokuskan ke Jakarta, melainkan disalurkan ke berbagai daerah lain di luar ibu kota.
Upaya Menggerakkan Ekonomi Warga Terdampak
Menurut Ferry, langkah tersebut dilandasi alasan sederhana, yakni kebutuhan ekonomi dasar masyarakat pascabencana. Ia menyoroti kondisi warga di sejumlah wilayah pedalaman yang harus menempuh jarak puluhan kilometer demi menjual hasil pertanian mereka ke kawasan perkotaan untuk bertahan hidup.
Meski telah menyalurkan komoditas ke Jakarta, Ferry memastikan pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya kelebihan pasokan. Tujuannya agar tidak menimbulkan guncangan pada rantai distribusi pangan dan tidak merugikan petani di daerah lain.
“Kami berupaya mencegah over supply di Jakarta supaya dampaknya terhadap pasar bisa diminimalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi yang terkontrol dinilai lebih aman dibandingkan menyalurkan seluruh hasil tani ke satu wilayah saja.
Rencana Distribusi ke Luar Jawa dan Potensi Komoditas Lain
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga mengungkapkan rencana kerja sama distribusi komoditas pertanian ke luar Pulau Jawa. Bahkan, penyaluran hasil tani ke sesama wilayah di Sumatera dinilai sebagai opsi yang lebih efektif, seperti ke Sumatera Selatan dan kota-kota besar lainnya.
Selain cabai, Ferry menilai komoditas pangan lain seperti kopi dan bawang merah memiliki potensi besar untuk membantu pemulihan ekonomi warga terdampak bencana. Ia menyebut, distribusi kopi dan bawang merah akan menjadi fokus berikutnya.