nasional

Viral Pesantren Darul Mukhlisin Jadi Penahan Gelondongan Kayu Saat Banjir Bandang Aceh Tamiang

Selasa, 23 Desember 2025 | 22:16 WIB
Menyoroti viralnya masjid pesantren yang menahan derasnya arus banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu. (Pak lek.. Instagram )

TITIKTEMU.CO - Jagat media sosial tengah ramai membahas Pondok Pesantren (PP) Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang yang disebut berperan sebagai penghalang alami gelondongan kayu saat banjir bandang menerjang wilayah tersebut.

Bencana besar yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 itu menyebabkan kerusakan serius di sejumlah kawasan pedalaman. Arus banjir dari hulu membawa jutaan batang kayu dan menghantam permukiman warga dengan kekuatan dahsyat.

Melalui unggahan akun Instagram @tanyoe.acehtamiang pada Selasa, 23 Desember 2025, terungkap bahwa derasnya kayu yang terbawa arus banjir tertahan oleh bangunan masjid milik PP Darul Mukhlisin.

Baca Juga: Pakar Nilai Peran Aktif Seskab Teddy Jadi Kunci Klarifikasi Penanganan Bencana Sumatera

Unggahan tersebut menyebut pesantren itu berfungsi layaknya benteng alami yang menghambat laju kayu agar tidak terus meluncur menuju pusat kota, termasuk area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang.

“Pesantren jadi benteng,” demikian keterangan singkat yang menyertai unggahan tersebut.

Fenomena ini pun memantik perhatian banyak tokoh publik yang menilai kejadian tersebut sebagai peristiwa luar biasa di tengah musibah besar.

Anies Baswedan: Pesantren Menjadi Pelindung Warga

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut menyoroti peran pesantren tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan pada 17 Desember 2025, Anies membagikan momen kunjungannya ke lokasi PP Darul Mukhlisin.

“PP Darul Mukhlisin, pesantren yang menjadi benteng saat bencana,” tulis Anies dalam unggahannya.

Baca Juga: Ancaman Tersembunyi Pascabanjir Sumatera: Gelondongan Kayu Disebut Pemicu Rusaknya Jembatan

Dalam video tersebut, seorang warga menjelaskan bagaimana gelondongan kayu dari hulu mengalir deras dan tertahan di area pesantren.

“Di bawah masih tinggi, Pak. Masih ada sekitar 10 anak tangga lagi,” ujar warga tersebut.

Ia menambahkan bahwa seluruh kayu yang terbawa banjir tertahan di area pesantren sehingga wilayah pemukiman dan fasilitas vital di bawahnya tidak terdampak lebih parah.

Halaman:

Tags

Terkini