nasional

Kesaksian Pilu Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang: Bertahan di Atas Kayu dan Minum Air Lumpur Demi Hidup

Selasa, 23 Desember 2025 | 21:54 WIB
Tangkapan layar seorang warga Kota Lintang Bawah, Aceh yang bercerita kondisi mencekam saat banjir bandang menerjang desanya. (TikTok/PAPAY_YA)

Kelaparan dan Bertahan dengan Porsi Minim

Kelaparan menjadi ancaman berikutnya. Tanpa persediaan makanan, warga harus berbagi makanan dalam jumlah sangat terbatas hanya agar bisa tetap hidup.

“Kami enggak makan, bang, kelaparan,” ucapnya lirih.

“Kalau masak, sedikit sekali, dibagi ramai-ramai.”

Dalam kondisi lemah dan putus asa, harapan satu-satunya hanyalah pertolongan dari orang-orang yang berada di area aman. Mereka berusaha menarik perhatian dengan sisa tenaga yang ada.

Baca Juga: Film TIMUR Sisihkan Keuntungan Tiket untuk Korban Banjir Sumatera, Raffi Ahmad: Kita Mungkin Tak Sedarah, Tapi Bersaudara

“Kami tidur di atas rumput, enggak ada makan, kami minta tolong orang di atas jembatan,” tambahnya.

Trauma Mendalam Pascabencana

Kisah dari Kota Lintang Bawah ini menjadi potret nyata betapa dahsyatnya banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang. Hingga kini, teriakan minta tolong di malam gelap itu masih membekas sebagai luka batin mendalam bagi para penyintas—yang selamat tanpa harta, bahkan hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh mereka.***

Halaman:

Tags

Terkini