Momen para pengungsi yang begitu bahagia menerima Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah menuai beragam respons positif dari warganet. Banyak yang merasa tersentuh melihat keteguhan iman warga di tengah kondisi sulit.
“Masya Allah, Al-Qur’annya sampai dicium-cium,” tulis akun @end******.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Bandung Barat Jadi Harapan Baru Anak Nyaris Putus Sekolah
“Bahagia itu kelihatan dari mata ibu setelah dapat Al-Qur’an,” komentar akun @sina******.
“Aceh memang luar biasa, yang ditanya pertama Al-Qur’an,” tulis warganet lainnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana dan keterbatasan, kebutuhan spiritual tetap menjadi penguat utama bagi para penyintas.***