TITIKTEMU.CO - Motor 2 tak memang tidak lagi sepopuler dulu. Namun, pesona motor 2 tak tidak pernah benar-benar hilang.
Di tengah gempuran motor modern yang irit dan ramah lingkungan, motor 2 tak tetap punya tempat istimewa di hati para penggemar otomotif klasik.
Suara knalpotnya yang khas, tarikan spontan, serta perawatannya yang relatif lebih mudah dan sederhana membuat motor 2 tak masih dicari hingga saat ini.
Baca Juga: Honda C70 Si Pitung: Motor Bebek Legendaris yang Tetap Jadi Primadona, Harganya Bikin Geleng-geleng
Era kejayaan motor 2 tak terjadi pada dekade 1980 hingga 1990-an. Pabrikan besar seperti Yamaha, Suzuki, Honda, hingga Kawasaki bersaing sengit menghadirkan model terbaiknya.
Sayangnya, regulasi emisi yang semakin ketat membuat produksi motor 2 tak dihentikan secara bertahap. Meski begitu, unit bekasnya tetap bertebaran di pasar.
Beberapa model motor 2 tak bahkan memiliki nilai jual tinggi karena statusnya sebagai motor legendaris, sekaligus menjadi buruan kolektor.
Apa itu Motor 2 Tak?
Meski kalah popular dengan motor 4 tak, namun motor 2 tak masih punya penggemar. Salah satu alasannya adalah karakter mesinnya yang sederhana dan bertenaga besar dalam waktu singkat.
Disebut 2 tak karena mesin menggunakan dua langkah piston untuk menghasilkan tenaga, yaitu langkah naik (hisap dan kompresi), serta langkah turun (pembakaran dan buang).
Pada langkah pertama, piston bergerak ke atas untuk mengompresi campuran udara, bensin, dan oli. Ketika kompresi mencapai titik ideal, busi memantik api yang memulai proses pembakaran.
Tenaga dari pembakaran ini lalu mendorong piston ke bawah. Di saat yang sama, jalur buang terbuka untuk mengeluarkan gas sisa sekaligus memasukkan campuran udara-bahan bakar baru.
Karena oli ikut terbakar bersama bahan bakar, pelumasan dan pembakaran berlangsung bersamaan. Inilah yang membuat mesin 2 tak lebih responsive dan bertenaga, meski menghasilkan lebih banyak asap.