nasional

Prabowo Tegaskan Guru Harus Berani Bersikap Tegas Demi Bentuk Karakter Murid

Sabtu, 29 November 2025 | 08:32 WIB
Presiden Prabowo sentil orang tua soal sikap anak yang tidak hormat kepada gurunya. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya ketegasan guru dalam mendidik murid, termasuk saat menghadapi siswa yang berperilaku nakal hingga bersikap tidak sopan. Hal itu disampaikan dalam pidato Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat 28 November 2025.

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti bahwa guru bukan hanya bertugas mengajar mata pelajaran, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan etika siswa. Karena itu, guru membutuhkan ruang otoritas untuk menjalankan tugas tersebut.

“Hai para orang tua, kalau guru itu keras, bisa jadi karena anakmu yang nakal,” ujar Prabowo, menandai bahwa ketegasan guru seharusnya tidak langsung dianggap sebagai hal negatif. Ia menilai banyak orang tua yang hanya mendengarkan cerita dari anak tanpa memahami situasi nyata di sekolah.

Baca Juga: PSSI Tegaskan Pelatih Baru Timnas Wajib Transfer Ilmu ke Pelatih Lokal

Contoh Kasus Siswa Kurang Ajar hingga Dikeluarkan

Prabowo kemudian mengungkapkan sebuah cerita mengenai perilaku siswa yang bertindak kurang ajar di sekolah. Ia menyebut kasus tentang seorang murid yang membanting pintu hingga akhirnya pihak sekolah menjatuhkan sanksi pemberhentian.

Namun, keputusan kepala sekolah tersebut membuat situasi menjadi sensitif karena siswa yang diberhentikan ternyata anak dari seorang jenderal. “Kepala sekolahnya sempat grogi, karena yang dikeluarkan itu anak perwira tinggi,” tutur Prabowo.

Prabowo: Kepala Sekolah Jangan Takut Tekanan Siapa Pun

Prabowo mengatakan bahwa kepala sekolah tersebut kemudian menghubunginya untuk meminta arahan. Ia tegas meminta pihak sekolah untuk tetap menjalankan aturan tanpa rasa takut terhadap tekanan pihak mana pun.

Baca Juga: Gus Ipul Resmi Dicopot dari Jabatan Sekjen PBNU, Ini Alasan dan Peta Rotasi Baru Pengurus

“Kepala sekolahnya telepon saya. Saya bilang, ‘Jangan ragu. Mana jenderal itu? Suruh menghadap saya.’ Sampai sekarang tidak datang-datang,” ungkapnya.

Melalui kisah itu, Prabowo ingin menegaskan bahwa kedisiplinan di sekolah harus ditegakkan secara adil dan konsisten. Menurutnya, pendidikan karakter tidak akan berhasil jika guru atau kepala sekolah merasa takut menghadapi tekanan dari luar.***

Tags

Terkini