TITIKTEMU.CO - Panel surya terapung kini banyak disebut sebagai terobosan penting dalam upaya mempercepat penggunaan energi bersih.
Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Limnologica menunjukkan bahwa teknologi ini tidak sepenuhnya tanpa risiko.
Dampak lingkungan yang ditimbulkannya ternyata berbeda-beda tergantung pada karakteristik setiap waduk.
Menurut penulis utama studi, Evan Bredeweg, respons ekosistem sangat beragam karena setiap waduk memiliki kondisi unik, seperti kedalaman, sirkulasi air, dan keberagaman spesies ikan.
“Tidak ada satu desain yang cocok untuk semua lokasi. Ini persoalan ekologi yang kompleks,” ujarnya.
Simulasi Ungkap Efek Pendinginan Air Tak Selalu Positif
Hasil pemodelan yang dilakukan oleh tim peneliti dari Oregon State University dan U.S. Geological Survey menunjukkan bahwa panel surya terapung memang dapat mendinginkan air waduk.
Namun, meski terdengar baik, efek ini tidak selalu menguntungkan bagi ekosistem bawah air.
Simulasi dilakukan pada 11 waduk di enam negara bagian Amerika Serikat, dan hasilnya menunjukkan bahwa perubahan suhu dan kadar oksigen dapat memengaruhi habitat ikan, baik spesies air dingin maupun air hangat.
Keuntungan Energi dan Efisiensi Tetap Menjanjikan
Panel surya terapung tetap dinilai memiliki sejumlah nilai tambah. Melansir Phys, pendinginan alami dari permukaan air dapat meningkatkan performa panel hingga 5–15 persen.
Selain itu, sistem ini bisa dikombinasikan dengan infrastruktur hidroelektrik yang sudah ada, serta membantu mengurangi tingkat penguapan—khususnya pada daerah panas dan kering.
Keuntungan tersebut membuat panel surya terapung semakin dipertimbangkan dalam proyek energi berkelanjutan.