Ia menyebut tiga pilar utama yang ditekankan Sumitro sebagai kompas dalam merancang program ekonomi ke depan:
1. Pertumbuhan tinggi berkelanjutan
2. Pemerataan hasil pembangunan
3. Stabilitas nasional yang dinamis
Menurut Purbaya, ketiga pilar tersebut akan menjadi prinsip dalam penyusunan kebijakan, baik yang bersifat struktural maupun kebijakan populis.
Baca Juga: Sukses di U-17, Tantangan Baru Menanti: Nova Arianto Resmi Nahkodai Timnas U-20
Suntikan Rp200 Triliun ke Perbankan
Sebagai langkah awal mempercepat ekonomi, Purbaya mengungkapkan bahwa ia telah menempatkan Rp200 triliun dana pemerintah melalui Bank Indonesia ke sektor perbankan.
Dana besar ini, katanya, menjadi trigger agar perbankan menyalurkan pembiayaan lebih agresif ke dunia usaha.
“Saya masukkan Rp200 triliun ke perbankan untuk menciptakan stimulus,” terangnya.
Purbaya menegaskan bahwa setiap kebijakan harus diikuti pengelolaan ekspektasi publik dan pemantauan hasil secara langsung.
Program Populis dan Stabilitas Sosial
Dalam paparannya, Purbaya juga menyinggung peran kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya bukan sekadar program kesejahteraan, tetapi juga instrumen stabilitas sosial.
“MBG membuat masyarakat lebih senang. Stabilitas sosial politik bisa lebih terjaga,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ekonomi dan kebijakan sosial harus berjalan searah: memperkuat fondasi pembangunan sekaligus menjaga kepercayaan publik.***