TITIKTEMU.CO - Blok M kini menjelma menjadi salah satu kawasan paling ramai diperbincangkan di Jakarta.
Pengunjung dari berbagai penjuru datang untuk sekadar berjalan santai, berburu kuliner kekinian, atau menikmati aktivitas komunitas yang semakin hidup.
Perputaran ekonominya tumbuh pesat, membuat Blok M menjadi magnet bagi pebisnis sekaligus tempat favorit bagi warga kota.
Revitalisasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah Blok M menjadi “Blok M Hub”—ruang terintegrasi yang menggabungkan mobilitas warga, transportasi publik, dan pusat kegiatan kreatif.
Trotoar sepanjang 1,3 kilometer kini tersambung langsung antara Stasiun MRT Blok M hingga area kuliner Melawai. PT MRT Jakarta juga menyediakan deretan kios dengan harga sewa terjangkau agar pelaku UMKM bisa berkembang di pusat keramaian ini.
Ruang Kreatif Baru untuk Warga dan Ekonomi Kota
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut transformasi ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan ruang baru bagi kreativitas, interaksi sosial, dan pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Revitalisasi ini membuat Blok M menjadi hub baru bagi kota—tempat UMKM, ekonomi kreatif, dan mobilitas warga bertemu dalam satu ruang,” ujarnya.
Ia juga mengajak komunitas agar memanfaatkan Blok M sebagai arena kegiatan publik.
Mulai dari acara seni, diskusi kreatif, festival musik, hingga workshop komunitas. Kehadiran fasilitas seperti Taman Literasi yang buka 24 jam, lengkap dengan perpustakaan Heika Leka, membuat kawasan ini semakin hidup.
Menjelang akhir tahun, Taman Bendera Pusaka juga akan diresmikan sebagai ruang publik terbaru.
“Kalau semua area ini terhubung, saya yakin energi kreatif Blok M akan semakin besar,” tambahnya.
Konektivitas Transportasi Semakin Kuat