Salah satu target ambisius Purbaya adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Baca Juga: Radja Nainggolan dan Panggilan Tanah Air: Saat Rasa Dihargai Lebih Berarti dari Segalanya
Ia mengakui bahwa angka tersebut bukan capaian mudah, namun tetap realistis bila disertai dengan kerja keras lintas sektor.
“Kita tidak sekadar membagi-bagikan dana APBN, tapi memastikan setiap program mampu menggerakkan ekonomi secara efektif,” paparnya.
Purbaya menilai perbaikan iklim investasi di Indonesia menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.
“Kalau investasi meningkat dan anggaran terserap optimal, 8 persen bukan angka di langit—itu sesuatu yang bisa kita capai bersama,” tegasnya penuh optimisme.
Ia bahkan menuturkan proyeksi jangka menengah bahwa dalam dua tahun ke depan, laju ekonomi nasional bisa tumbuh di kisaran 6–6,5 persen sebelum mencapai puncaknya mendekati 8 persen pada akhir masa pemerintahan.
Sinergi, Transparansi, dan Optimisme Baru
Lewat seruannya, Purbaya ingin mengembalikan kepercayaan publik terhadap Kemenkeu sebagai lembaga pengelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.
Dengan langkah nyata dan komunikasi terbuka, ia berupaya membangun budaya kerja berbasis data dan kolaborasi.
“Setiap rupiah harus bekerja untuk rakyat,” ujarnya menutup pidato, menegaskan filosofi sederhana namun kuat: uang negara bukan hanya untuk dikelola, tetapi untuk menghidupkan harapan.***