Pesan Tegas dari Menteri Lingkungan Hidup
Dalam sambutannya, Dr. Hanif Faisol menegaskan:
> “Ketiga isu ini tidak bisa dipisahkan. Polusi plastik, krisis iklim, dan penurunan keanekaragaman hayati adalah satu rangkaian tantangan global. Solusinya harus terintegrasi dengan kerja bersama lintas sektor.”
Ia juga menyoroti pentingnya ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah nasional.
Pemerintah melalui Jakstranas mendorong partisipasi aktif semua pihak, termasuk produsen, melalui penerapan Extended Producer Responsibility (EPR).
Baca Juga: Cak Imin Soroti Gurita Minimarket Raksasa: Alfamart dan Indomaret Dinilai Ancam UMKM di Daerah
Komitmen WWF-Indonesia: Dari Riset ke Aksi
CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menegaskan komitmen organisasinya:
> “Kami tidak hanya berbicara, kami bergerak melalui data dan sains. Program seperti Plastic Smart Cities dan kampanye No Plastic in Nature adalah bagian dari usaha kami menekan kebocoran plastik ke alam.”
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah yang semakin serius menindak pelanggaran pengelolaan sampah dan mengembangkan inovasi hijau.
Ekonomi Sirkular, Jalan Keluar yang Mutlak
Forum ini menekankan solusi ekonomi sirkular sebagai pendekatan kunci: mengurangi sampah sejak desain, memaksimalkan daur ulang, mendorong guna ulang, serta memulihkan ekosistem alam. Pendekatan ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru yang adil dan berkelanjutan.
Menuju Aksi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Melalui forum ini, kolaborasi multipihak ditegaskan kembali: pemerintah, sektor usaha, ilmuwan, dan masyarakat sipil harus bersatu.
Tantangan global tidak mungkin diselesaikan sendirian. Harapannya, dialog ini melahirkan aksi konkret yang efeknya bisa dirasakan bumi—dan generasi berikutnya.***