“Dari studio pusat, guru bisa mengajar hingga 330 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Untuk daerah tanpa internet, kita akan siapkan teknologi murah agar tetap bisa menerima siaran,” jelas Prabowo.
Baca Juga: 5 Contoh Doa Apel atau Upacara Hari Santri Nasional 2025: Lengkap, Khidmat, dan Sarat Makna
Dengan langkah ini, pemerintah berharap disparitas kualitas pendidikan antarwilayah bisa ditekan secara signifikan.
Selain perangkat digital, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mendorong budaya menulis dan membaca di kalangan pelajar.
Ia menceritakan pengalamannya melihat siswa menulis dengan huruf kecil untuk menghemat kertas. Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah kembali menyediakan buku tulis dengan huruf besar untuk mendukung kegiatan belajar yang lebih sehat.
“Menulis itu penting, tapi tulisannya harus besar. Kalau nulis kecil terus, nanti semua anak bisa pakai kacamata,” ujar Prabowo sambil berseloroh.
Rangkaian kebijakan pendidikan ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, modern, dan merata. Melalui kombinasi beasiswa LPDP, teknologi digital, dan literasi dasar, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Indonesia tertinggal dalam memperoleh pendidikan berkualitas.***